Tips Ramadhan Sehat Bagi Pasien Diabetes Melitus

TIPS RAMADHAN SEHAT BAGI PASIEN DIABETES MELITUS

Oleh: Septiana Tri Wahyuni, M.Clin.Pharm., Apt

Instalasi Farmasi Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Bulan Ramadhan telah tiba. Umat muslim yang menjalankan ibadah puasa perlu melakukan persiapan khusus mengingat pola dan waktu makan yang berubah. Bagi pasien dengan penyakit kronis, yang sebenarnya dalam hal ini tidak diwajibkan berpuasa, diperlukan perhatian khusus dan persiapan yang matang jika ingin tetap menjalankan ibadah puasa. Berikut ini beberapa tips yang dapat diikuti untuk menjalankan ibadah puasa bagi pasien yang menderita penyakit diabetes.

  1. Konsultasi dengan tenaga kesehatan

Langkah pertama yang perlu dipersiapkan adalah pastikan Anda sudah berdiskusi dengan tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker dan nutrisionis mengenai keinginan diri Anda untuk berpuasa. Tenaga kesehatan akan menilai riwayat kesehatan Anda dan memberi panduan serta pandangan mengenai kondisi medis Anda. Namun tetap keputusan akhir berpuasa atau tidak dikembalikan kepada pasien sendiri. Anda akan mendapat beberapa rekomendasi dan nasehat yang harus diperhatikan dan dipatuhi jika Anda tetap berpuasa.

  1. Pemantauan kadar gula darah

Ada beberapa risiko yang harus diwaspadai pada pasien diabetes yang menjalankan puasa yaitu terjadinya hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah), hiperglikemia (tingginya kadar gula darah), dan dehidrasi (kekurangan cairan). Sehingga penting untuk melakukan pemantauan kadar gula darah yaitu beberapa jam setelah makan (2 jam sesudah makan sahur), sebelum berbuka puasa, dan sebelum tidur. Anda tidak perlu mencemaskan puasa Anda akan batal karena menusuk jari untuk melakukan tes darah bukan merupakan hal yang membatalkan puasa. Jika Anda mengalami gejala hipoglikemia seperti gemetar, lemah, terasa sangat lapar, mata berkunang-kunang, keringat dingin, pusing, gelisah, dada berdebar-debar, dan dilakukan pengukuran kadar gula darah dengan nilai < 60 mg/dL, Anda harus segera membatalkan puasa dengan minum minuman manis atau jus buah dan mengecek kembali kadar gula setelah 15-20 menit serta segera menghubungi dokter. Kondisi hipoglikemia akan sangat berbahaya jika tidak dilakukan penanganan yang cepat dan tepat,

 Sebaliknya, jika Anda dalam kondisi hiperglikemia (kadar gula meningkat) dengan kadar di atas 300 mg/dL dan gejala yang dialami berupa rasa haus yang berlebihan, pusing, sering buang air kecil, kelelahan, mual/muntah dan nyeri perut, Anda juga harus membatalkan puasa dan segera menghubungi dokter. Untuk menghindari dehidrasi pada pasien diabetes yang tidak dibatasi asupan cairannya disarankan untuk minum air putih sebanyak mungkin. Tanda-tanda dehidrasi adalah sangat haus, kulit dan lidah terasa kering, dan pikiran terganggu/mengantuk/sulit konsentrasi.

  1. Pengaturan pola makan

Untuk pola makan, Anda diharapkan melakukan perencanaan dari jenis, jumlah dan asupan kalori selama berpuasa. Anda juga dapat berdiskusi dengan nutrisionis mengenai hal ini. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah asupan kalori tetap sama dengan asupan harian ketika Anda tidak berpuasa. Asupan kalori per hari dibagi menjadi dua yaitu saat sahur dan berbuka ditambah 1-2 waktu mengkonsumsi makanan kecil jika dibutuhkan. Untuk jenis makanan harus seimbang dengan komposisi 45-50% karbohidrat, 20-30% protein dan <35% lemak serta dianjurkan lemak tunggal dan jamak yang tidak jenuh (mono dan polyunsaturated).  Dianjurkan mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah dan tinggi serat saat sahur dan berbuka seperti gandum, kacang-kacangan, ubi, nasi merah. Makanan dengan indeks glikemik rendah dan tinggi serat dapat mengeluarkan energi secara perlahan sehingga Anda tidak cepat merasa lapar dan tidak membuat kadar gula Anda melonjak tinggi. Makanan yang disarankan adalah sayur, buah-buahan, dan ikan serta hindari makan makanan yang tinggi lemak jenuh seperti daging, gorengan, es krim, keju, dan susu tinggi lemak. Hindari makanan penutup yang manis-manis. Jika memasak gunakan minyak seminimal mungkin dan dapat menggunakan minyak zaitun atau minyak sayur serta hindari minum minuman berkafein, bersoda dan minuman olahan yang manis. Banyak minum air putih untuk menjaga agar Anda tidak dehidrasi ketika menjalankan puasa.

 

  1. Aktivitas fisik

Olahraga berat tidak direkomendasikan selama puasa karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan dehidrasi. Namun Anda disarankan untuk tetap aktif secara fisik. Hindari olahraga 1-2 jam sebelum berbuka puasa karena dapat menimbulkan gula darah terlalu rendah. Olahraga dapat dilakukan setelah berbuka puasa. Dalam hal ini kegiatan sholat tarawih dapat dilakukan sebagai bentuk pasien tetap aktif secara fisik. Anda juga dianjurkan untuk beristirahat setelah sholat dzuhur (siang hari).

Dokter akan merubah regimen obat-obatan rutin yang Anda gunakan selama puasa jika diperlukan ketika Anda mencoba berpuasa. Hal ini dilakukan untuk memperkecil kemungkinan risiko hipoglikemia saat berpuasa. Konsultasikan hal ini dengan dokter dan apoteker Anda untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terutama pada pasien yang menggunakan dengan regimen obat dengan tiga kali penggunaan, obat-obatan sulfoniluria, dan insulin.

Komunikasi dan kerjasama yang baik antara Anda dan tim kesehatan yang menangani diabetes akan sangat membantu Anda agar ibadah puasa yang Anda lakukan berjalan lancar. Hal terpenting adalah Anda siap dengan bekal yang cukup dan mengetahui langkah-langkah penanganan ketika Anda merasakan hal yang tidak wajar dengan badan Anda. Jangan takut untuk bertanya. Semoga dapat membantu, salam sehat dan selamat menunaikan ibadah puasa.

 

Daftar pustaka

Firmansyah, M.A. 2013. CONTINUING MEDICAL EDUCATION Akreditasi IDI – 3 SKP. Tata Laksana Diabetes Melitus saat Puasa Ramadhan. Cermin Dunia Kedokteran, 40: 342–347.

Hassanein, M., Al-Arouj, M., Hamdy, O., Bebakar, W.M.W., Jabbar, A., Al-Madani, A., dkk., 2017. Diabetes and Ramadan: Practical guidelines. Diabetes Research and Clinical Practice, 126: 303–316.

Gambar : http://www.tribunnews.com/ramadan/2018/05/16/konsumsi-7-makanan-ini-saat-sahur-agar-kamu-tidak-mudah-lapar-saat-menjalankan-ibadah-puasa

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: