TEPAT MENGGUNAKAN OBAT, HIDUP JADI LEBIH SEHAT

Mengapa kita minum obat?

Beberapa alasan yang dapat menjawab pertanyaan tersebut adalah karena ingin sembuh dari penyakit, mencegah penyakit  datang kembali atau menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit.

Tetapi apa jadinya jika tanpa disadari ternyata kita kurang tepat dalam menggunakan obat yang akan kita konsumsi? Alih-alih mendapat tubuh yang sehat, penyakit yang kita derita bisa jadi malah bertambah parah.

 

Sebenarnya, siapa yang paling bertanggung jawab terhadap penggunaan obat yang tepat oleh pasien? Tanggung jawab dokter ? apoteker ? atau pasien ?

Penggunaan obat merupakan satu rangkaian proses yang berkesinambungan, di mana diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Siapa sajakah itu? Mari kita tilik kembali.

Jika kita sakit, kita akan periksa ke dokter kemudian dokter akan menegakkan diagnosis dan memberikan obat sesuai kondisi pasien. Setelah itu apoteker akan menyiapkan obat sesuai dengan resep dari dokter.  Namun jika ada hal yang harus dipastikan terlebih dahulu terkait dengan obat yang akan digunakan pasien, maka apoteker harus mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada dokter penulis resep agar penggunaan obat oleh pasien dapat memperoleh hasil yang optimal.

Walaupun demikian, kita sebagai pasien yang akan mengkonsumsi obat juga punya peranan penting agar penggunaan obat lebih optimal.

Lalu apa saja yang harus kita lakukan?

 

6 tips untuk mengoptimalkan penggunaan obat:

  1. Cari tahu nama obat anda

Ketika dokter menuliskan resep, ingat selalu untuk menanyakan obat anda. Mengapa? Hal ini dapat membantu anda untuk memastikan bahwa apoteker memberikan obat yang tepat.

 

  1. Ajukan pertanyaan tentang bagaimana menggunakan obat anda.

Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan, antara lain:

  • Apa yang harus saya lakukan jika saya lupa meminum obat?
  • Bagaimana aturan pakai obat? Apakah digunakan sebelum, saat, atau sesudah makan?
  • Apa efek samping yang mungkin terjadi pada diri saya setelah minum obat?

Sebaiknya, anda membuat suatu catatan atau mintalah dokter/apoteker untuk menuliskan informasi lain yang penting terkait dengan obat-obat yang anda terima, sehingga anda dapat terbantu dalam mengingat informasi-informasi tersebut.

 

  1. Ketahui tujuan dari penggunaan obat anda

Stephen Setter, Pharm. D., seorang profesor farmakoterapi di Washington State University, mengungkapkan ada salah satu pasiennya yang keliru mengira obat glaukoma untuk mengobati sakit kepala. “Jadi, dia (pasien) meminum obat glaukoma hanya ketika dia mengalami sakit kepala, padahal seharusnya dia  meminum obat setiap hari untuk mengobati penyakit pada matanya,” kata Setter.

Sangat penting untuk memahami tujuan penggunaan obat anda, sehingga anda dapat menggunakan obat tersebut dengan benar dan mengetahui harapan yang diperoleh setelah meminum obat. Selain itu, jika terjadi masalah dalam penggunaan obat, anda dapat lebih mampu dalam menjelaskan masalah pengobatan anda pada dokter/apoteker .

 

  1. Bacalah label obat dan ikuti petunjuk penggunaan

Sebelum anda menggunakan obat apapun, anda harus mengetahui kapan obat tersebut harus digunakan, berapa banyak (dosis) yang digunakan, dan berapa lama obat tersebut digunakan.

Pastikan untuk membaca label obat setiap kali anda akan meminum obat. Bisa saja, seharusnya obat yang anda ambil digunakan untuk tetes telinga, namun secara tidak sengaja anda teteskan di mata. Hal-hal tersebut dapat terjadi jika anda tidak membaca dan memeriksa label obat dengan benar.

 

  1. Buat dan simpan daftar berupa informasi obat dan suplemen makanan, termasuk vitamin dan herbal yang sedang anda gunakan

Selalu tunjukkan daftar obat dan suplemen yang anda gunakan ketika pergi ke apotek, rumah sakit, atau dokter.

Hal ini dapat membantu para tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa andaImage result for drugs list tidak menggunakan lebih dari satu obat dengan kandungan/komposisi zat aktif yang sama dan mengindari potensi  interaksi obat dengan obat atau obat dengan makanan yang mungkin dapat terjadi.

 

  1. Bawalah daftar obat dan suplemen yang sedang anda gunakan setiap saat, dan beritahu keluarga/orang terdekat tentang daftar obat tersebut.

Sebaiknya anda membawa daftar obat yang sedang anda gunakan setiap saat, seperti dalam dompet/tas dan simpanlah salinan daftar tersebut di rumah anda. Beritahu mengenai salinan daftar obat tersebut kepada keluarga/orang terdekat anda dan di mana anda menyimpannya. Hal ini dapat membantu anda ketika terjadi kondisi darurat, keluarga/orang terdekat  anda dapat menginformasikan kepada dokter tentang obat-obatan dan suplemen yang anda gunakan.

 

Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap obat yang akan kita gunakan.

Sumber:

Dikutip dengan perubahan dari www.fda.gov/ForConsumers/ConsumerUpdates

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: