SEMINAR & WORKSHOP HISFARSI 2015

Dalam menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan mengembangkan sistem kendali mutu dan kendali biaya pelayanan kesehatan untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan medik peserta dengan pembiayaan nasional yang akan berdampak pada sustainabilitas operasional BPJS Kesehatan. Salah satu prinsip jaminan kesehatan nasional adalah keberlanjutan. Untuk itu mutu dan biaya pelayanan kesehatan BPJS harus benar-benar diperhatikan supaya program ini tidak hanya berjalan dalam satu periode tertentu.

Dalam penerapan program ini diperlukan kolaborasi dari seluruh tenaga kesehatan, salah satunya apoteker. Adanya batasan tarif berdasarkan diagnosa INA-CBG’s membuat pengobatan terhadap pasien tidak hanya berfokus pada faktor kesembuhan atau pemulihan kondisi namun juga harus memperhatikan faktor ekonomi. Padahal sebagaimana kita ketaui, obat-obatan merupakan salah satu bagian yang mengambil porsi cukup besar dalam billing pasien.

Hal ini membuat tambahan tugas bagi tenaga kesehatan. Apoteker tidak hanya harus memperhatikan efek kerja penggunaan obat namun juga harus mengendalikan penggunaan obat sehingga dapat memenuhi tarif yang berlaku bagi pasien tersebut.

Akan tetapi peran apoteker yang telah berjalan tersebut, tidak terlalu bisa ditunjukkan kepada pihak menejemen rumah sakit, BPJS, maupun sesama tenaga kesehatan lain karena minimnya dokumentasi. Hal tersebut membuat sulitnya membuktikan peran apoteker dan melakukan pembenahan untuk mencapai optimalisasi peran apoteker di pelayanan.

Pada kesempatan kali ini, Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) PD DIY akan menyelenggarakan Seminar, Workshop & Hospital Tour dengan tema “PHARMACIST TALK : HIGH QUALITY LOW COST” (Optimalisasi Peran Apoteker Dalam Mendukung Pelayanan Berbasis Kendali Mutu Dan Biaya Di Rumah Sakit).

Tujuan dari kegiatan ini diharapkan para Apoteker, baik yang bekerja di rumah sakit maupun di komunitas, yang berhubungan langsung dengan BPJS Kesehatan, dapat memahami dan mendukung pelayanan kesehatan berbasis kendali mutu dan kendali biaya. Selain itu, juga meningkatkan pemahaman Apoteker untuk berperan aktif dalam memberikan pengobatan rasional berdasarkan INA-CBG’s.

Download Final Announcement

Tinggalkan Balasan