Obat Palsu Juga Ditemukan di Apotek

Perdagangan obat palsu dan ilegal masih belum bisa dihilangkan di Indonesia. Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, obat yang paling sering dipalsukan di Indonesia adalah obat disfungsi ereksi dan obat pelangsing.

Selain obat yang diperdagangkan di internet, obat disfungsi ereksi seperti viagra juga ditemukan di pedagang pinggir jalan (100 persen), toko obat (56 persen), bahkan apotek (13 persen). Demikian menurut penelitian yang dilakukan di Indonesia tahun 2011-2012.

Obat palsu yang meniru obat yang dikeluarkan produsen resmi biasanya tidak mengandung zat aktif yang dikandung obat asli dan terbuat dari bahan-bahan yang tidak berkualitas. “Kami pernah melakukan penelusuran jaringan obat palsu di dunia. Ternyata isi obat palsu itu cuma tepung,” kata Widyaretna Buenastuti, Public Affair and Communication Director Pfizer Indonesia, dalam kunjungan ke Kompas.com (16/3/16).

Sementara itu, obat ilegal adalah obat yang tidak terdaftar di Badan POM RI. Baik obat palsu atau obat ilegal berbahaya bagi kesehatan. Widya yang juga aktif di lembaga Masyarakat Indonesia Antipemalsuan (MIAP) mengatakan, selama ini MIAP terus aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat akan bahaya obat palsu. Edukasi juga diberikan kepada apoteker karena cukup banyak pasien yang membeli obat langsung dan meminta saran apoteker. “Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia diketahui mulai ada perubahan di masyarakat. Sebelumnya di tahun 2010, ketika marak isu obat palsu mereka memilih membeli jamu. Tapi saat ini masyarakat lebih suka membeli obat di tempat yang resmi,” katanya.

Memang tidak mudah memastikan keaslian obat. Apalagi, masih ditemukan obat palsu di apotek. “Tetapi biasanya itu apotek kecil yang tidak mendapatkan obat dari distributor resmi,” kata Widya. Menurut Instiaty, ahli farmakologi dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, secara kasat mata memang tak mudah membedakan obat palsu dan asli. “Harus uji laboratorium untuk memastikan mana obat palsu dan asli,” kata Instiaty (Kompas.com 29/9/15).

Cara sederhana untuk membedakannya biasanya adalah dengan melihat perbedaan warna bungkus, label obat atau mengecek ada tidaknya ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Obat-obatan yang biasanya dipalsukan adalah obat yang kemasannya gampang ditiru, harga pembuatannya murah, dan banyak dibeli oleh orang.

Dikutip dari : health.kompas.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: