Kupas Tuntas Rekonsiliasi Obat dan Berdonasi dalam MUSDA HISFARSI PD IAI DIY 2018

Rangkaian acara Musyawarah Daerah Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) PD DIY telah terselenggara pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018 di Ruang Skill Lab RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.  Acara ini dihadiri oleh 228 orang, yang terdiri dari 24 orang panitia dan pengurus HISFARSI PD DIY, 48 orang tamu undangan dari Rumah Sakit se-DIY serta 156 peserta Seminar CPD dari  DIY dan non DIY.

Ketua HISFARSI PD DIY, Ibu Retno Muliawati, M.Sc.,Apt dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya peran Apoteker di RS dan HISFARSI. Oleh karena itu, bu Retno mengajak rekan-rekan Apoteker untuk berperan dalam organisasi.

Ketua PD IAI DIY, Bapak Nanang Munif Yasin, M.Pharm.,Apt menyampaikan tentang harapan mengenai Apoteker Yogyakarta. Tagline Apoteker Jogja yaitu Siap dan luar biasa!  SIAP merupakan akronim dari Siaga, Inovasi, Advokasi dan Profesional.

Apoteker diharapkan Siaga dalam setiap kesempatan. Dengan adanya gempa di Lombok, Palu dan Donggala, Apoteker diharapkan mampu berkontribusi dan berdonasi. Salah satu bentuk kepedulian adalah dengan adanya photobooth berbayar di depan ruangan seminar. Peserta dapat berfoto dan berdonasi untuk korban gempa. Ke depan mungkin photobooth donasi akan rutin diadakan dalam acara-acara IAI.

Dalam melaksanakan peran kefarmasian, Apoteker harus mampu membuat inovasi, sehingga program-program IAI lebih dikenal masyarakat. Fungsi Advokasi juga harus digalakkan supaya Apoteker Indonesia semakin sejahtera. Apoteker harus Profesional di berbagai bidang. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Apoteker di Rumah Sakit. HISFARSI diharapkan memiliki kurikulum Continous Profesional Development (CPD) berjenjang, sehingga skill Apoteker selalu meningkat.

Ketua PP HISFARSI, Drs. Amrizal Marzuki.,Apt.,MARS.,M.Kes. menyampaikan bahwa Apoteker harus profesional supaya bisa eksis di lingkungan Rumah Sakit termasuk dalam proses penentuan kebijakan di RS. Core bisnis RS adalah tenaga medik, oleh karena itu, Apoteker harus mampu mengambil peran strategis. Harapannya Ketua baru yang terpilih bisa meluangkan waktu dan pikiran, memiliki loyalitas terhadap organisasi dan meningkatkan silaturahmi antar anggota dalam kepengurusan yang baru.

Rangkaian MUSDA HISFARSI PD DIY diawali dengan Seminar CPD tentang Rekonsiliasi Obat yang disampaikan oleh Bu Dra. L. Endang Budiarti, M.Pharm.,Apt, Apoteker yang berpraktik di RS Bethesda ini menyampaikan secara detail mengenai bagaimana Rekonsiliasi Obat dapat meningkatkan Medication Safety.

Fokus keselamatan pasien terkait obat adalah polifarmasi dan pelayanan ketika transisi perawatan, baik dari rawat jalan ke rawat inap, maupun dari rawat inap ke rawat jalan. Ketika proses transisi pasien, sering terjadi duplikasi pengobatan, padahal obat yang sedang digunakan masih ada. Bu Endang menyampaikan dengan sangat sistematis tahapan pendataan, baik dari data yang dimiliki, maupun menggali informasi dari pasien dan keluarga. Proses rekonsiliasi tidak hanya menjadi peran Apoteker, melainkan membutuhkan peran dokter dan melibatkan pasien.

Rekonsiliasi Obat merupakan proses membandingkan instruksi pengobatan dengan Obat yang telah didapat pasien. Dalam Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit, Rekonsiliasi Obat disebutkan sebagai salah satu pelayanan farmasi klinik. Selain itu, Rekonsiliasi Obat disebutkan dalam SNARS Edisi 1 pada standar Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO). Karena pentingnya Rekonsiliasi Obat, tidak heran jika peserta terlihat sangat antusias. Paparan dilanjutkan dengan tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan peserta dan dijawab Bu Endang dengan sangat memuaskan.

Acara ini dilanjutkan dengan sidang yang dipimpin oleh Bapak Budiyono, M.Sc.,Apt. Setelah pembacaan tata tertib sidang, Laporan Pertanggung Jawaban HISFARSI PD DIY 2014-2018 disampaikan oleh Ketua HISFARSI DIY, Bu Retno Muliawati.,M.Sc.Apt. Ada banyak program yang sudah dilaksanakan dan LPJ diterima oleh peserta sidang.

Sidang diambil alih oleh Bu Veronika Susi Purwanti, S.Si.MBA.,Apt. untuk menyampaikan sistem organisasi, visi, misi dan rencana kebijakan HISFARSI Pusat yang akan diturunkan menjadi kebijakan HISFARSI PD DIY periode selanjutnya. Beberapa tanggapan muncul dari para peserta. Salah satunya tanggapan mengenai fungsi advokasi oleh rekan Arsh Angly, S.Farm.,Apt.

Setelah berbagai tanggapan, acara terakhir yang ditunggu-tunggu yaitu pemilihan Formatur dan Pengurus Baru. Panitia membagikan kertas suara untuk peserta menuliskan tiga nama Anggota HISFARSI yang dipercaya untuk mengampu periode kepengurusan seterusnya. Lima nama terbanyak yang muncul di kertas suara yaitu Bu Retno Muliawati.,M.Sc.Apt., Bu Veronika Susi Purwanti, S.Si.MBA.,Apt. Bapak Budiyono, M.Sc.,Apt. Bapak Taufiqurohman, S.Farm.,Apt, dan Ibu Dhaniah El-Fitri, S.Si.,Apt terpilih sebagai Tim Formatur.

Dari rapat singkat tim Formatur disepakati bahwa Ketua HISFARSI PD DIY periode 2018-2022 tetap Bu Retno Muliawati.,M.Sc.Apt. Selamat dan sukses untuk kepengurusan baru HISFARSI PD DIY periode 2018-2022.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: