Informasi Keamanan Produk Obat yang Mengandung Lithium

Februari 2014, Health Canada menyampaikan informasi keamanan terkait dengan resiko hiperkalsemia dan hiperparatiroid pada terapi Lithium. terdapat bukti bahwa lithium mempengaruhi metabolisme kalsium, selain itu juga dapa menyebabkan kadar kalsium tinggi pada darah yang dapat atau tidak disertai dengan peningkatan kadar parathormone (hiperparatiroid). Banyak kasus kadar kalsium tinggdalam darah  atau hiperparatiroid tidak terdeteksi atau ringan, namun pada kasus berat dapat mengancam jiwa. Hiperkalsemia berat dapat menyebabkan emergensi seperti koma dan gagal jantung.

Lithium telah disetujui dan beredar di Indonesia sejak tahun 2014. Hasil review menunjukkan manfaat terapi lithium lebih besar dibandingkan dengan resiko yang diketahui akibat penggunaan obat ini. Lithium diindikasikan untuk kasus Mania dan Hipomania, depresi bipolar, tindakan agresif atau mencelakanan diri.

Sehubungan dengan informasi keamanan ini, BPOM RI menghimbau kepada tenaga kesehatan profesional agar selalu melakukan pemantauan kadar kalsium dalam darah, pemantauan kadar parathormone dan meminta pasien untuk kembali ke profesioanal kesehatan apabila mengalami gejala hiperkalsemia (kelelahan, depresi, bingung, mual, muntah, haus berlebih, hilang nafsu makan, nyeri perut, sering buang air kecil, nyeri otot dan sendi dan lemah otot.

BPOM menghimbau kepada semua tenaga kesehatan profesional, apabila menemukan  adanya ESO segera melaporkan melalui Form Kuning MESO atau secara online di : http://e-meso.pom.go.id/

 

Download : Informasi Keamanan Produk Obat yang Mengandung Lithium

Sumber : http://e-meso.pom.go.id/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: