Hati-hati, Terapi Tradisional Ini Bisa Membahayakan Kesehatan

Tidak semua pengobatan tradisional yang bisa Anda terapkan sendiri di rumah, bermanfaat. Ada beberapa terapi atau perawatan yang justru berbahaya untuk kesehatan Anda. Lima di bawah ini adalah contohnya.

1. Mengobati jerawat dengan pasta gigi
Banyak orang mengira bahwa baking soda di dalam pasta gigi dapat mengeringkan jerawat. Namun, Anda seharusnya tidak cuma berpikir tentang baking soda. Di dalam pasta gigi terdapat senyawa lain yang dapat mengiritasi kulit, misalnya alkohol, hidrogen peroksida dan mentol.

“Ketiga bahan itu akan mengiritasi dan mengakibatkan kerusakan kulit, alih-alih menyembuhkan jerawat Anda,” kata Whitney Bowe, MD., seorang dokter spesialis kulit di Amerika Serikat.

2. Membasuh vagina dengan yogurt untuk menyembuhkan infeksi
Prinsip terapi salah kaprah ini adalah anggapan bahwa acidophilus atau salah satu mikroba baik dalam yogurt dapat mengganggu lingkungan hidup bakteri penyebab infeksi.

Sayangnya, masih belum ada penelitian yang memastikan apakahacidophilus bisa hidup dan berkembang di lingkungan vagina, kata profesor bidang kebidanan dan kandungan Mary Jane Minkin, MD, dari Yale School of Medicine.

Minkin juga mengingatkan agar Anda jangan pernah menambahkan zat mengandung gula atau perasa ke area vagina karena dapat memperburuk infeksi.

3. Masker putih telur
Rumor mengatakan bahwa putih telur dapat mengencangkan kulit. “Masalahnya, belum ada bukti ilmiah yang mengatakan demikian,” kata Bowe.

Orang percaya bahwa putih telur bisa mengencangkan kulit karena ketika putih telur mengering, Anda merasakan kulit wajah menjadi kencang sementara. Setelah Anda membasuhnya, tidak ada perubahan signifikan terhadap kekencangan kulit Anda.

“Plus, Anda bisa terpapar bakteri salmonella. Bakteri ini bisa saja berpindah ke mulut dan menyebabkan Anda diare,” jelas Bowe lagi.

4. Mengobati luka bakar dengan mentega
Bakteri dapat tumbuh di dalam mentega dan berisiko menambah parah infeksi pada luka Anda.

Cara terbaik menangani luka bakar, pertama-tama adalah membasuhnya dengan air dingin yang mengalir lalu obati dengan salep antibiotik.

5. Menggunakan petroleum jelly untuk mengatasi vagina kering
Sebuah penelitian yang pernah dimuat dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menemukan, bahwa penggunaan petroleum jelly pada vagina dapat meningkatkan risiko bacterial vaginosis atau ketidakseimbangan flora di dalam vagina. Ketidakseimbangan ini akan meningkatkan risiko infeksi vagina.

Dikutip dari : health.kompas.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: