APOTEKER DI IGD

APOTEKER DI IGD

PENDAHULUAN

Berdasarkan laporan terdapat 114 juta pasien gawat darurat yang masuk ke rumah sakit di seluruh dunia setiap tahunnya.  Hal tersebut mengakibatkan pelayanan gawat darurat sangat crowded karena tingginya pasien dengan status asuransi yang belum jelas, peningkatan volume pasien, peningkatan kompleksitas pasien, dan seringnya rumah sakit kekurangan tempat tidur rawat inap yang diperlukan pasien setelah menerima pelayanan gawat darurat. Kombinasi dari banyaknya faktor yang mempengaruhi pelayanan gawat darurat beresiko pada timbulnya medication error dan sedikitnya kesalahan yang mungkin dapat dicegah.

Institute of Medicine (IOM) memperkirakan bahwa sebanyak 98.000 orang meninggal setiap tahun akibat medication error dan adverse drugs events terjadi pada 3,7% pasien rawat inap. Hafner dkk melaporkan adverse drugs events dengan frekuensi yang mirip pada pasien gawat darurat. Chin dkk melaporkan bahwa 3,6% pasien menerima obat yang tidak tepat pada pelayanan gawat darurat dan 5,6% obat diresepkan secara tidak tepat saat pasien keluar dari gawat darurat.

Instalasi Gawat Darurat sebagai unit yang memberikan pelayanan gawat darurat merupakan bagian yang kompleks,  yang membutuhkan perlakuan khusus dalam hal pemilihan, pemberian dosis, administrasi, dan pemantauan obat. Apoteker yang bekerja di unit gawat garurat dituntut untuk dapat berperan sebagai tim multidisipliner guna mendukung pelayanan gawat darurat. Merupakan tantangan tersendiri bagi apoteker yang memberikan pelayanan di IGD untuk melakukan optimalisasi penggunaan obat baik dari sisi pelayanan farmasi klinis maupun managemen farmasi  agar sesuai dengan tuntutan akreditasi .

DEFINISI

Apoteker di Instalasi  Gawat  Darurat (IGD) adalah seorang sarjana farmasi yang telah menempuh pendidikan apoteker serta telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker dan berfokus pada pelayanan farmasi klinik di Instalasi Gawat Darurat terkait  penggunaan obat oleh pasien dalam rangka keberhasilan outcome terapi serta meminimalkan resiko terjadinya medication error dan kejadian efek samping obat yang mungkin terjadi. Apoteker di IGD juga berperan dalam mengendalikan perbekalan farmasi di instalasi gawat darurat.

TUJUAN DIPERLUKAN APOTEKER DI IGD

Keberadaan apoteker di Instalasi Gawat Darurat adalah agar pasien dapat memperoleh/mendapatkan obat dengan indikasi, bentuk sediaan, dosis, rute, frekuensi pemberian, waktu dan durasi pemberian dengan benar dan tepat. Selain itu juga, apoteker berperan dalam pencapaian terapi obat secara efektif dan efisien dengan meminimalkan risiko medication error, efek samping, dan efisiensi biaya.

PERAN APOTEKER DI IGD

Apoteker di IGD berperan dalam :

  1. Menyediakan, mengelola serta mengendalikan obat-obat sesuai dengan kebutuhan di instalasi gawat darurat.
  2. Memastikan ketepatan penyiapan obat terutama obat-obat yang memiliki potensial tinggi menyebabkan risiko yang fatal  pada pasien (contoh: High Alert Medication).
  3. Memastikan proses dispensing sediaan non steril di Instalasi Gawat Darurat menggunakan peralatan yang sesuai standar dengan meminimalkan kontaminan.
  4. Memastikan proses dispensing sediaan steril yang memenuhi persyaratan teknik aseptik sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  5. Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga terkait obat yang akan diterima pasien.
  6. Memastikan ketepatan pemberian obat dengan perlakuan khusus seperti penggunaan suppositoria, ovula, penggunaan inhaler, injeksi insulin, serta memberikan informasi atau saran mengenai pemilihan bentuk sediaan obat yang paling sesuai bagi setiap pasien kepada dokter jaga dan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).
  7. Memantau efektifitas obat serta memantau adanya kondisi atau kejadian yang tidak diinginkan seperti terjadinya efek samping obat dan medication error.
  8. Memberikan pertimbangan kepada dokter jaga dalam menentukam terapi obat yang tepat dan efektif.
  9. Melakukan  penelusuran riwayat penggunaan obat yang diminum pasien sebelum masuk rumah sakit trermasuk obat yang diminum saat ini atau yang dibawa oleh pasien yang akan rawat inap serta menginformasikan kepada dokter penanggung jawab pasien
  10. Melakukan diskusi atau memberikan informasi terkait obat kepada dokter, perawat dan profesi kesehatan lain untuk mencapai hasil terapi yang optimal

Dengan adanya apoteker di IGD komunikasi  dengan pasien maupun Dokter Penanggung jawab Pasien (DPJP) dapat terjalin dengan baik sehingga sasaran terapi obat dapat tercapai lebih maksimal. Apoteker harus terus meningkatkan kompetensi dan  keilmuan untuk dapat melakukan pelayanan kefarmasian baik dari pengelolaan obat maupun farmasi klinis.

Download Jurnal : ASHP – Pharmacy Services Emergency Department

 

Pustaka

American Society of  Health-System Pharmacists. ASHP statement on pharmacy services to the emergency department. Am J Health-SystPharm. 2008; 65:2380–3.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: