Apakah Gerhana Matahari Dapat Menyebabkan Kebutaan?

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang sangat jarang terjadi sehingga banyak orang yang ingin menyaksikannya secara langsung. Namun, apakah benar gerhana matahari dapat menyebabkan kebutaan? Berikut info medisnya.

Peristiwa gerhana matahari merupakan salah satu fenomena astronomi yang sangat dinantikan untuk dilihat secara langsung oleh sebagian besar warga di dunia. Hal tersebut menyebabkan banyak pertanyaan yang muncul mengenai gerhana matahari terkait dengan kesehatan mata, salah satunya pertanyaannya adalah “Apakah melihat gerhana matahari langsung dapat menyebabkan kebutaan?”

Sebelum mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, penting untuk Anda ketahui bahwa retina merupakan tempat menerima cahaya yang masuk ke dalam mata lalu diteruskan ke dalam pupil, dan oleh otak diolah sebagai gambar yang dapat dilihat. Pupil dapat melebar dan menyempit tergantung jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata. Pada suasana gelap, diameter pupil membesar hingga 8 mm untuk mengumpulkan cahaya yang cukup. Di siang hari yang terik, diameter pupil akan menyusut hingga berukuran 2 mm.

Jadi, gerhana matahari memang dapat menyebabkan kerusakan mata jika dilihat secara langsung secara terus-menerus. Hal tersebut disebabkan oleh mata yang terpapar sinar ultraviolet (UV) dalam intensitas besar dan dalam waktu yang lama sehingga tidak menutup kemungkinan mata akan menjadi rusak dan berujung pada kebutaan.

Matahari termasuk sumber cahaya yang sangat kuat. Sinar ultraviolet (UV) yang menembus retina dalam intensitas besar dan lama dapat menyebabkan kerusakan sel batang dan kerucut pada mata. Hal tersebut pada akhirnya akan menyebabkan mata mengalami kebutaan sementara, bahkan permanen. Sel batang dan sel kerucut dikenal sebagai fotoreseptor. Fungsi yang paling dasar dari fotoreseptor adalah untuk melihat cahaya. Fungsi dari sel batang berperan dalam cahaya gelap, sedangkan fungsi dari sel kerucut berperan dalam cahaya terang dan berguna untuk persepsi warna. Jadi, jika ke dua sel tersebut mengalami kerusakan, penglihatan pun akan mengalami gangguan.

Pada saat gerhana matahari terjadi, pancaran cahaya matahari terhalang sebagian oleh bulan sehingga bumi menjadi gelap. Hal tersebut akan menyebabkan reaksi pupil mata yang akan membesar secara alami. Pada saat orang menatap langsung ke matahari yang terlindung oleh bulan, pupil mata tidak bereaksi. Padahal yang sebenarnya sedang terjadi jika Anda melihat ke arah gerhana matahari, radiasi sinar ultraviolet (UV) tetap menembus ke retina mata dan merusak sel batang dan kerucut mata Anda. Di samping itu, perlu diketahui juga bahwa retina tidak mempunyai reseptor nyeri sehingga mata tidak akan otomatis menutup untuk melindungi dirinya.

Berikut beberapa penyakit mata yang diakibatkan melihat gerhana matahari secara langsung:

  • Photokeratitis

Photokeratitis adalah penyakit yang menyebabkan mata nyeri dan penurunan fungsi penglihatan yang berangsur membaik dalam waktu kurang lebih 2 hari. Photokeratitis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kerusakan berat akibat sinar ultraviolet (UV) yang membakar retina.

  • Degenerasi macular

Daerah retina yang paling sering terbakar akibat paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan adalah macular karena daerah ini merupakan bagian sensitif yang berfungsi sebagai pusat penglihatan. Gangguan pada bagian macular akibat melihat gerhana matahari secara langsung menyebabkan kerusakan mata yang dikenal dengan penyakit solar retinopathy.

Jika mata Anda terasa nyeri setelah melihat ke arah matahari secara langsung saat terjadi gerhana matahari, segera lakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan mata dan memastikan tidak ada kerusakan yang terjadi.

Dikutip dari : klikdokter.com (Penulis : dr. Dyah Novita Anggraini)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: