Alat Kontrasepsi untuk Keluarga Sehat dan Sejahtera

Alat Kontrasepsi untuk Keluarga Sehat dan Sejahtera

Oleh: Instalasi Farmasi RSUP Dr Sardjito

          Keluarga Berencana (KB) adalah upaya peningkatan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera. Program Keluarga Berencana tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan para ibu dan anak atau menekan pertambahan jumlah penduduk, namun program KB ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penduduk lewat penyiapan keluarga yang sehat dan sejahtera.

       Berdasarkan tujuan dari diselenggarakannya program KB, maka sasaran dari program ini adalah pasangan di masa usia yang masih produktif. Sehingga dengan keikutsertaan dalam program KB ini dapat efektif untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk khususnya di Indonesia dan dapat pula mendukung kesejahteraan tiap penduduk di Indonesia. Program KB dapat dilakukan baik oleh wanita ataupun pria, namun untuk saat ini jumlah terbanyak pengguna alat kontrasepsi adalah wanita.

       Progam KB dilakukan melalui kontrasepsi, yaitu suatu metode yang dilakukan untuk mencegah kehamilan dan menghindari terjadinya kehamilan. Adapun tujuan penggunaan alat kontrasepsi antara lain:

  1. Untuk menunda kehamilan
  2. Untuk memberi jarak kehamilan
  3. Untuk mencegah kehamilan atau kesuburan

        Dalam pemilihan alat kontrasepsi, sebaiknya dilakukan dengan melihat kondisi diri sendiri dan melakukan kesepakatan dengan pasangan serta berkonsutasi dengan tenaga kesehatan sehingga dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat. Semua alat kontrasepsi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa alat kontrasepsi yang bisa digunakan:

  1. Metode Kalender

        Metode ini menggunakan prinsip pantang berkala, yaitu tidak melakukan hubungan seksual pada masa subur. Metode ini hanya digunakan pada wanita yang daur menstruasinya teratur. Ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam, tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan seksual.

        Karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi. Keuntungan dari metode ini adalah tidak ada resiko kesehatan, tidak ada efek samping sistemik, murah (tanpa biaya), meningkatkan keterlibatan suami dalam program KB sehingga dapat meningkatkan komunikasi pasangan suami istri.

  1. IUD (Spiral)

       Alat kontrasepsi ini terdiri dari dua jenis, yaitu hormonal dan tembaga. Umumnya, spiral  tembaga mampu bekerja secara efektif dalam jangka waktu tiga hingga sepuluh tahun tanpa harus diganti. Sehingga, alat kontrasepsi yang kecil dan fleksibel ini kerap menjadi pilihan utama perempuan yang berada dalam usia produktif.

  1. Implant

         Implant adalah alat kontrasepsi yang dipasang di bawah kulit lengan dalam bagian atas. Proses pemasangan maupun pelepasan implant hanya dilakukan oleh tenaga medis  terlatih.  Alat yang satu ini aman bagi ibu menyusui, karena tidak akan mempengaruhi kuantitas maupun kualitas Air Susu Ibu (ASI). Hanya dengan sekali pasang, Anda akan terlindungi dalam jangka waktu 3-5 tahun. Efektivitas implant dipengaruhi oleh lama penggunaan dan kondisi tubuh pengguna terutama berat badan. Keuntungan menggunakan KB implant antara lain: efektivitas tinggi, menekan ovulasi dengan cepat (< 24 jam), jangka panjang, tidak mengganggu hubungan seksual, tidak mengganggu laktasi (menyusui), tanpa efek samping estrogen, dan reversibilitas tinggi (kesuburan segera kembali setelah dilepas). Sedangkan kerugian metode KB implant antara lain: memerlukan bedah minor, kadang menimbulkan perdarahan, perlu pencabutan, kadang muncul efek samping androgenik seperti kenaikan berat badan, menstruasi tidak teratur, dan timbul jerawat.

  1. KB Suntik

       Alat kontrasepsi ini dilakukan dengan cara suntik dan tersedia dalam dua periode perlindungan, yaitu satu bulan dan tiga bulan. Metode ini sangat efektif untuk mencegah kehamilan apabila dilakukan secara rutin dan tepat waktu. Keuntungan menggunakan KB suntik antara lain: pemberiannya sederhana setiap 8-12 minggu, tingkat efektifitas tinggi, tidak ada efek samping yang serius, pengawasan medis ringan, dapat dipakai paska persalinan, paska keguguran, paska menstruasi, serta aman untuk ibu menyusui karena tidak mengganggu laktasi dan tumbuh kembang bayi. Kerugian KB suntik yaitu diperlukan penyuntikan yang teratur, siklus menstruasi terganggu, peningkatan berat badan, perubahan mood atau emosi, pendarahan yang tidak menentu, serta pemulihan kesuburan terlambat.

       Sepertiga pemakai KB suntik tidak mengalami menstruasi pada 3 bulan setelah suntikan pertama dan sepertiga lainnya mengalami perdarahan tidak teratur dan spotting (bercak perdarahan) selama lebih dari 11 hari setiap bulannya. Semakin lama KB suntik dipakai, maka lebih banyak wanita yang tidak mengalami menstruasi tetapi lebih sedikit wanita yang mengalami perdarahan tidak teratur. Setelah 2 tahun memakai KB suntik, sekitar 70% wanita sama sekali tidak mengalami perdarahan. Jika pemakaian KB suntik dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Efeknya berlangsung lama, sehingga kesuburan mungkin baru kembali 1 tahun setelah suntikan dihentikan.

  1. Pil KB

          Jika masa haid Anda tidak teratur, maka pil KB dapat menjadi pilihan yang tepat. Sebab, kandungan yang ada di dalamnya memiliki kemampuan untuk melancarkan siklus haid. Yang perlu diketahui pil KB mengandung hormon, baik dalam bentuk kombinasi progestin dengan estrogen atau progestin saja. Pil KB mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi (pelepasan sel telur oleh ovarium) dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. Keuntungan pemakaian pil KB antara lain efektivitas tinggi, sederhana dan mudah digunakan, mencegah kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), mengurangi nyeri saat haid, siklus menstruasi menjadi teratur, serta mengurangi terjadinya anemia. Sedangkan kerugian pemakaian pil KB yaitu perlu ketaatan yang tinggi, tidak dapat digunakan pada saat menyusui, peningkatan kejadian kanker serviks, serta menimbulkan efek samping, antara lain: potting (bercak perdarahan), amenore (tidak terjadinya menstruasi), mual, terjadi peningkatan berat badan.

       Perlu diingat, pil KB dapat bekerja secara maksimal apabila dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya. Pil KB tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi bagi perempuan yang menderita tekanan darah tinggi, gangguan hati, penyakit kencing manis (diabetes mellitus), penyakit gangguan mental, pendarahan yang tidak jelas.

  1. Kondom

           Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling mudah digunakan dan tidak memiliki efek samping bagi tubuh. Alat ini juga dinilai paling aman digunakan bagi yang memiliki masalah kesehatan atau mengidap penyakit tertentu, seperti penyakit menular seksual. Selain kondom pria, ada pula kondom yang diperuntukkan bagi kaum perempuan yang ingin memproteksi dirinya.

        Keuntungan dari metode kontrasepsi menggunakan kondom adalah memberi perlindungan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS), efektif segera setelah dipakai, murah, mudah didapat, dan mudah digunakan. Sedangkan kerugian penggunaan kondom antara lain: kurang praktis karena harus dipakai setiap kali akan melakukan hubungan seksual, efektivitas tidak terlalu tinggi, harus punya persediaan, serta kemungkinan muncul efek samping terutama bagi yang alergi terhadap lateks.

  1. Sterlisisasi

        Sterilisasi merupakan metode kontrasepsi yang sifatnya permanen. Sterilisasi pada pria dilakukan melalui vasektomi, sedangkan pada perempuan dilakukan prosedur ligasi tuba (tubektomi). Vasektomi adalah prosedur operatif pemotongan vas deferens (saluran yang membawa sperma dari testis). Tubektomi adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopi (saluran telur dari ovarium kerahim). Keuntungan dari vasektomi dan tubektomi yaitu: sangat efektif, permanen, aman, dan tidak mengganggu aktivitas seksual. Sedangkan kerugiannya yaitu: nyeri setelah prosedur serta komplikasi lain akibat pembedahan dan anastesi, hanya dapat dilakukan oleh dokter ahli, tidak memberi perlindungan terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS), serta biaya relatif mahal.

          Penting untuk diingat,sebelum memilih jenis alat kontrasepsi yang tepat harus diketahui dulu bentuk dan efek sampingnya bagi tubuh karena tidak semua alat kontrasepsi cocok bagi tubuh, maka lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, apoteker atau bidan.

Sumber

Saputri, Ririn., 2015,” Makalah Tentang Kontrasepsi

Anonim.,http://biz.kompas.com/read/2016/11/03/181146628/cermat.memilih.alat.kontrasepsi.yang.tepat. Diakses pada 5 Agustus 2017

Anonim., http://alatkb.com/. Diakses pada 5 Agustus 2017

Anonim.,http://bali.bkkbn.go.id/_layouts/mobile/dispform.aspx?List=8c526a76-8b88-44fe-8f81-2085df5b7dc7&View=69dc083c-a8aa-496a-9eb7-b54836a53e40&ID=404. Diakses pada 5 Agustus 2017

Anonim, http://www.fpa.org.uk/sites/default/files/your-guide-to-contraception.pdf. Diakses pada 8 Agustus 2017

Anonim,http://www.nhs.uk/Conditions/contraception-guide/Pages/contraception.aspx. Diakses pada 8 Agustus 2017

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: